Kamis, 20 Agustus 2020

Catatan Daun

 Untuk Sebuah Perenungan di awal tahun Hijriah 1442 H

CATATAN DAUN

di atas daun pernah singgah air hujan yang mencatat segala kesucian

mencatat segala riuh 

sebelum kemudian jatuh membumi membaur beralas tanah

Sementara bumi tak henti berzikir

meratap ratap pada dzat yang maha paling maha

menuliskan daun yang tumbuh berakar lalu di kehidupan lainnya akan dipertanggungjawabkan untuk kesempurnaan makhuk bertumbuh dan berkembang


sebiji beras menjadi daging

setetes air menjadi darah 

sehimpun serapan sari tanah

berlomba menjadi raga

lalu jiwajiwa dahaga dengan cahayacahaya

yang akan membaluri di kesudahan kehidupan


saat daun azzali tertulis habis

untuk kembali pada sang pencatat

dan kehidupan duniawi hanyalah terminal makna

pada perhitungan yang sesungguhnya

ketika saatnya terpetik

sehelai daun mencatat sepi

hanya nisannisan yang ditandai 


Sukabumi, Juli 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar