Selasa, 22 September 2020

APA YANG DITANAM ITULAH YANG AKAN DIPETIK

APA YANG DITANAM ITULAH YANG AKAN DIPETIK

Oleh : Nengsri Rohimah Munazah. M.Pd SMPN  1 Sukalarang


Hobyku menanam bunga di halaman rumah. Alhamdulillah terdapat berbagai tanaman hias  yang hanya berdaun saja ada juga bermekaran bunga. Selain untuk mengisi waktu yang sepi di rumah karena cuma tinggal berdua juga kegemaran menanam bunga memberikan kepuasaan dalam hati ketika melihat bunga tersebut yang tumbuh dengan subur hijau berpadu dengan warna warni bunga menambah kesegaran dan keindahan mata memandang betah rasanya berlama lama diteras rumah memandang taman kecilku yang terisi kolam kecil untuk ikan hias dan berbagai  pot bunga dengan aneka warna hilang penat setelah seharian berkutat dengan tugas keseharian.

            Bila ada yang berkunjung ke rumah pasti orang jarang masuk ke ruang tamu maunya nyantai di teras rumah kalau ibu ibu yang bertamu pasti diakhir cerita jadi ke masalah tanaman yang ada ditaman itu jadi seri gimana nanamnya,bibitnya, pupuknya sampai minta kalau ada cabang atau anak tanaman itu, seruu akhirnya iseng kuperbanyak pot bunga tanam lagi dan lagi akhirnya  banyak lho yamg minta tapi diselipi anpau bilangnya ini Bun buat pengganti beli potnya ha , ha.. padahal ngak kuhargai berapa lho perpotnya karena hoby aja intinya

                Sambil memeriksa apa tanamanku ada yang layu atau mungkin  tumbuh tunas baru pikiranku teringat sebuah kata “apa yang kau tanam itulah yang akan kau petik” apakah itu peribahasa ataukah pepatah saja? Tak tahulah tapi kata kata itu familiar banget kan tuh lihat bunga yang kutanam warna wani kudapat keindahan dan kepusaan memangdangnya, menanam pohon cabe rawit dipetik untuk membuat sambal dan menanam pohon naga selain indah bunganya buahnya kunikmati dengan lezatnya. Berarti benar kan kata kata apa yang kau tanam itulah yang kau petik;

            Terduduk dikursi sambil terus memandangi tamanku  mencerna lebih jauh kata kata tadi, ibaratkan perbuatan kita perbuatan kitakan hanya dua ya? Berbuat baik dan berbuat kesalahan yakin semuanya ingin perbuatannya selalu  berbuat baik sesuai norma agama, norma susila, norma kesopanan dan norma hukum jarang yang ingin berbuat jahat tapi namanya manusia disadari ataupun tidak disadari perbuatan manusia ada juga kesalahannya baik melanggar norma agama , ataupun norma lainya.  Berbailik ke kata kata tadi apapun yang kita lakukan pasti akan ada balasannya, Alloh berfirman dalam suratnya “Dan kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tidak seoranpun dirugikan walau sedikit,sekalipun hanya seberat biji sawi,pasti Kami mendatangkan (pahala). Dan cukuplah Kami membuat perhitungan” Qs Al Anbiya ;47)

               Perbuatan baik baik itu  secara langsung kepada Maha Pencipta Alloh SWT ataupun berbuat baik kepada sesama diartikan kepada manusia, alam, hewan dan  lingkungan sekitar menjadi ladang pahala bagi manusia yang melakukannya, Sang Maha Pencipta membuka kesempatan  selebar dan seluas ciptaannya bagi yang ingin meraihnya tinggal bagaimana kita memiliki kemauan dan keyakinan  akan hal itu padahal Alloh berfirman dalam AL Qashas; 84 “Barang siapa datang dengan (membawa) kebaikan maka dia akan mendapat (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu dan barang siapa datang dengan (membawa) kejahatan maka orang orang itu yang telah mengerjakan kejahatan itu hanya  diiberi balasan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan”

                 Tapi bagaimana kalau kita berbuatan jahat? Berapa banyak dosa yang kita perbuat? Yakini bahwa Allah Maha Pengampun dan Penyanyang pada umatnya asal kita tidak mengulangi perbuatan salah tersebut kembali dan berkubang dalam kesalahan yang sama . Hal tersebut pernah disabdakan Nabiyulloh Muhammad saw “ Setiap anak  Adam pasti berbuat dosa dan sebaik baik pembuat dosa adalah mereka bertaubat “(HR Tirmidzi)

                Kadang kita berpikiran kita berbuat baik kok dijahati orang maka jangan berprasangka tidak baik pada orang lain, Ingat sebesar biji sawipun Alloh catat maka jangan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi namun berbuat baiklah sebab dalan Surat Fussilat 34 difirmankan “ Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang lebih baik,…..” karena dalam Al An’am 160 “Barang siapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya…”

                Intinya apa yang kita tanam itulah yang akan kita petik berarti berbuat kebaikan mendapatkan pahala dan berbuat kejahatanpun akan memperoleh dosa. Kebaikan dibalas kebaikan tapi  kejahatan harus dibalas dengan kebaikan, semoga ampunan dan rahmat Alloh yang teramat besar dapat kita gapai dengan cara bertaubat

                                                                                                                   

                                                                                             Cianjur , 17 September 2020

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Pepatah hebat dapat memotivasi kami sebagai anak dan pelajar agar selalu berbuat baik,membalas kejahatan dengan kebaikan karena 'apa yang kau tanam itu yang kau petik'

    BalasHapus